Memanfaatkan Waktu Luang Agar Lebih Produktif

0
1494

Pendidikan adalah salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia. Dalam hal ini pendidikan merupakan suatu yang harus dipenuhi demi kemajuan bangsa serta terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas. Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan Manusia Indonesia Seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.Pemanfaat waktu luang adalah salah satu cara efektif untuk meningkat kualitas seorang murid dalam belajar. Menurut Syahra (1997), pemanfaatan waktu luang di luar jam sekolah ini secara umumdiisi dengan kegiatan yang dapat memberikan manfaat besar atau tidak bermanfaat sama sekali terhadap pengembangan diri siswa. Besarnya pemanfaatan ini tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan oleh siswa tersebut. Ada kegiatan yang memberikan nilai tambah yang tinggi bagi pengembangan diri, sementara itu ada pula kegiatan yang sebaliknya yaitu kegiatan yang tidak memberikan manfaat apa-apa, bahkan merugikan bagi pengembangan diri siswa.

The Liang Gie (1998) mengemukakan bahwa sesungguhnya siswa memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktunya secara efisien. Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai kebiasaan. Sebagian besar dari kita menghabiskan waktu dengan kebiasaan rutin. Sebagian besar orang tidak memikirkan dengan sadar bagaimana mereka menggunakan waktu. Dengan demikian efisiensi waktu turut menentukan kualitas belajar siswa yang sekaligus mempengaruhi prestasi belajarnya.

Baca Juga : Teknik Pomodoro, Cara Sederhana Memaksimalkan Waktu Anda

Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung dari bagaimana sikap siswa dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar. Namun kegiatan yang dilakukan oleh siswa di waktu luang tidak hanya untuk belajar, melainkan digunakan juga untuk kegiatan lain, seperti menonton televisi, bermain bersama teman, mengikuti kegiatan organisasi, dan lain-lain. Di antara kegiatan tersebut tentunya ada yang lebih dominan yang mereka lakukan, yang akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah.

Sebenarnya banyak aktivitas bermanfaat yang dapat dilakukan oleh siswa di lurjam sekolah, yaitu belajar di rumah (mengulang pelajaran dari sekolah), mengerjakan PR, mengikuti bimbingan belajar, mengikuti kursus bahasa, dan lain-lain. Pemanfaatan waktu luang seperti tersebut di atas jika dilaksanakan oleh siswa akan memberikan pengaruh positif bagi pengembangan diri siswa.

Pemanfaatan waktu luang oleh siswa baik yang berpengaruh positif maupun negatif, khususnya siswa SMA dipengaruhi oleh beberapa fakor, diantaranya faktor keluarga. Namun, siswa SMA yang dikategorikan pada usia remaja ini biasanya cenderung merasa dewasa dan melepaskan ketergantungan pada keluarganya. Hal inilah yang menyebabkan pada usia ini siswa sulit untuk diatur oleh keluarganya.

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PMB-LIPI) tentang orang muda dan kegiatan senggangnya menyatakan bahwa remaja di Samarinda memperoleh uang saku cukup besar karena penghasilan orang tuanya menduduki posisi teratas dibanding penghasilan orang tua di kota lainnya di wilayah Kalimantan Timur.

Penelitian ini menyatakan bahwa 57 persen responden menyatakan uang saku yang diberikan orang tua mencukupi kebutuhan mereka, bahkan 26 persen menyatakan uang saku mereka lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penggunaan uang saku yang diberikan orang tua mereka selain untuk transport, juga untuk makan-makan di sekolah maupun di luar sekolah bersama teman-teman, untuk membeli peralatan sekolah, untuk nonton filmbersama teman-teman, maupun membeli aksesoris (bagi responden perempuan), dan kalau ada sisa baru ditabung.

Pemanfaatan waktu luang ini semua tergantung dari dorongan individu siswa itu sendiri dan juga dorongan dari orang tua mereka. Siswa yang menyadari pentingnya waktu luang akan memanfaatkan secara sungguh-sungguh melalui kegiatan yang berguna bagi dirinya maupun bagi lingkungan sekitarnya, misalnya siswa terlibat aktif dalam organisasi kepemudaan, mengikuti klub olahraga, mengikuti kegiatan kesenian, dan lain-lain. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi bagi siswa karena kemampuan bersosialisasi sangat dibutuhkan untuk memperluas pergaulan mereka. Waktu luang yang dimiliki oleh siswa merupakan sumber daya yang terbatas. Sama halnya seperti sumber daya terbatas lainnya, maka waktu luang tersebut harus dikelola secara efektif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here